Pencegahan terhadap Resistensi Antibiotik
- Kesehatan

Pencegahan terhadap Resistensi Antibiotik

Pernahkah kamu mendengar tentang resistensi antibiotik? Dilansir dari klikdokter.com resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk bertahan hidup dari efek serangan antibiotik. Bakteri dapat mengubah dirinya sehingga efektivitas obat, bahan kimia atau bahan lain yang dirancang berkurang. Menurut hellosehat.com resistensi antibiotik adalah kondisi di mana bakteri penyebab infeksi kebal terhadap obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Bagaimana cara mencegah resistensi antibiotik? Dr. Anis dari hellosehat.com mengatakan bahwa kunci utama agar terhindar dari resistensi antibiotik adalah dengan mencegah infeksnya itu sendiri. Cara mencegah resistensi antibiotik  adalah:

  1. Rajin cuci tangan sampai bersih, terutama setelah bersin atau batuk serta sebelum makan dan menyentuh hal lainnya.
  2. Menjaga kesehatan dengan memenuhi asupan nutrisi agar daya tahan tubuh anda semakin kuat sehingga tidak mudah sakit.
  3. Melakukan vaksinasi sesuai yang dianjurkan dokter untuk mencegah penyakit tertentu. Vaksinasi adalah alat yang diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal dari penyakit. Vaksin terbuat dari bibir penyakit yang telah dilemahkan, sehingga saat masuk dalam tubuh justru akan merangsang sistem imun dan tidak menimbulkan penyakit.
  4. Memperhatikan ventilasi di rumah agar sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah dan sirkulasi udara lancar.
  5. Tanyakan pada tenanga kesehatan seputar vaksin yang kamu dapatkan. Ini merupakan upaya untuk melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan bakteri.
  6. Jangan menyimpan antibiotik untuk sakit berikutnya, jangan mengonsumsi antibiotik yang diresepkan untuk orang lain dan jangan paksa dokter untuk meresepkan antibiotik untuk kamu.

Banyak lagi cara mencegah resistensi antibiotik lainnya yang mungkin dapat kamu lakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Kamu juga harus mengenali gejala dan penyebab dari resistensi antibiotik. Apa saja gejala dan penyebabnya? Seperti yang sudah dijelaskna sebelumnya, penyebab dari resistensi antibiotik adalah bakteri yang tidak lagi dapat dimatikan dengan antibiotik sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi. Resistensi antibiotik dapat terjadi melalui proses natural dan biasanya melalui perubahan atau mutasi dari genetik. Beberapa jenis bakteri menetralisasi antibiotik dan membuat menjadi tidak berbahaya untuk bakteri tersebut. Sedangkan gejalanya adalah ketidakmampuan antibiotik tertentu untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Menurut halodoc.com sebagai bentuk pencegahan, kamu harus mengetahui cara menggunakan antibiotik dengan benar seperti jangan mengurangi atau menambah disis dari yang dianjurkan dokter, menghabiskan antibiotik sesuai anjuran dokter dan patuhi aturan minumnya, dan jangan berbagi antibiotik dengan orang lain. Apabila pada kondisi tertentu antibiotik tidak habis, langsung buang ke tempat pembuangan yang aman. Dengan mematuhi aturan penggunaan antibiotik, kamu membantu untuk mencegah resistensi antibiotik.

Dr. Anis Karuniawati, Ph.D., SpMK(K) dari hellosehat.com mengatakan bahwa resistensi antibiotik bisa sebabkan kematian. Resistensi antibiotik disebabkan oleh bakteri yang tidak dapat lagi dimatikan dengan antibiotik, hingga mengancamp kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi. Akibatnya dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Namun, resistensi antibiotik bukan penyebab satu-satunya kondisi pasien terus memburuk dan menyebabkan kematian. Terdapat beberapa hal lainnya yang dapat meningkatkan risiko kematian.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini, seperti cara mencegah resistensi antibiotik. Kamu harus berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu juga dapat menerapkan hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri sendiri seperti selalu mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan lingkungan tempat kamu tinggal atau bekerja. Kamu juga dapat melakukan vaksinasi ke seluruh keluarga, terlebih jika ingin ke luar negeri.